Baduy
adalah sebuah kelompok yang mengasingkan diri di pedalaman hutan yang kemudian
membuat sebuah Desa dengan masyarakatnya yang taat akan aturan – aturan dari
nenek moyang mereka dan sangat takut untuk melanggar aturan itu. Dan mereka
menganut agama sunda wiwitan, kepercayaan yang dibawakan oleh nenek moyang
mereka terdahulu. Mereka di pimpin oleh pu’un sebagai orang yang dihormati
dalam satu desa itu sendiri.
1. Rumah
Tinggal Masyarakat Baduy
Rumah
adalah bangunan terpenting bagi manusia sebagai tempat berteduh dan
beristirahat.Masyarakat baduy mendirikan rumah pada tanah yang miring, maka
tidak boleh meratakkan tanah dan untuk memperoleh lantai yang rata maka tiang
rumah diatur ketinggiannya. Tanahnya yang rendah dibuatkan tiang yang tinggi di
bandingkan tanah yang tinggi, Sehingga air hujan akan mengikuti jalan alaminya,
sehingga tidak akan terjadi erosi , tanah longsor ataupun banjir pada setiap
pemukiman masyarakat Baduy.
Setiap
rumah yang terdapat di Kampung Baduy ternyata semua memiliki bentuk yang sama
yaitu berbentuk rumah panggung yang terbuat dari kayu dan bambu dan memiliki
ukuran yang sama. Ternyata kesama ini memiliki kesetaraan bagi setiap warga
Baduy selama hidup di dunia ini, pembuatan rumah masyarakat Baduy ini berasal
dari hutan seperti kayu dan bambu dan dinding rumahnya terbuat dari anyaman
bambu yang memiliki warna dan karakter aslinya. Untuk lantai masih menggunakan
bambu yang di buat menjadi lembaran – lembaran dan atapnya digunakan atap
rumbia dengan bambu dan rotan sebagai pengikatnya. Untuk ruangannya hanya
terdapat 1 sampai 2 kamar saja kemudian ruangan tengah, gudang dan dapur ,
terdapat 1 pintu di bagian tengahnya sebagai tempat masuknya dan tanpa jendela.
Setelah saya amati kenapa rumah baduy tidak memiliki jendela karna di bagian
lantai, dinding dan atap yang terbuat dari bambu itulah sebagai masuknya udara
ke dalam rumah sehingga tetap sejuk walaupun tidak ada satupun jendela pada
bangunan rumahnya.
2. Bangunan
Jembatan bambu
jembatan
yang ada di atas sungai yang desa Baduy digunakan sebagai alat penyebrangan
masyarakat Baduy menuju ladang atau kepedalaman desa Baduy ini masih sama
menggunakan bahan bambu yang di
sambungkan
memanjang yang di ikat oleh rotan dan ijuk kemudian di topang kembali oleh
bambu yang berukuran besar dan panjang sebagai penyeimbang dan penahan agar
tidak roboh. Walaupun hanya dengan rotan
dan ijuk namun masyarakat Baduy dengan kecerdasannya membuat simpul pada
jembatan bambu sehingga menjadi kuat dan lentur. Pembuatan jembatan bambu ini
di buat dengan hati sehingga mereka mengerjakannya dengan gembira tanpa ada
beban namun tetap dilakukan dengan serius dalam membangun jembatannya sehingga
para warganya aman saat menyeberangi jembatan ini.
3. Bangunan
lumbung
Lumbung
adalah bangunan khusus tempat menyimpan padi yang telah kering. Bangunan ini memili
orientasi bangunan yang sama yaitu utara – selatan pintunya terletak namun
berbeda dengan rumah lumbung tidak memiliki tangga, pintunya berukuran kecil tidak terletak di tengah akan tetapi terletak
pada bagian atas dekat dengan atap, ini memungkinkan untuk menyimpan padi dalam
ukuran lebih banyak dan berguna pula untuk mencegah hama memasuki lumbung. Menurut warga Baduy hasil panen yang disimpen
di dalam lumbung dapat bertahan hingga seratus tahun.
4. Keindahan
jalan batu
Berikutnya
arsitektur yang terletak pada batu yang di buat sebagai jalanan oleh masyarakat
baduy untuk mempermudah perjalanan mereka, lagi – lagi di sini saya dimanjakan
oleh arsitektur penataan batu yang sangat rapih dan indah, masyarakat mampu
memposisikan letak batu yang berukuran besar dan batu yang berukuran kecil.
Perhitungan mereka dalam membuat jalan sangat baik sehingga para pengunjung dan
masyarakat baduy berjalan.
Arsitektur jalan hanya menggunakan
batu alam atau kali dan hanya di rekatkan dengan tanah namun kekuatan batu itu
tidak terlepas dan tidak goyang atau bahkan ambruk ketika warga menginjaknya.
Perhitungan mereka dalam membuat jalan dari batu sangat luarbiasa ketepatannya
dengan menggunakan alat – alat sederhana namun kualitas dan kekuatannya sangat
luar biasa hanya dengan memanfaatkan lingkungan sekitarnya masyarakat Baduy.
Dari beberapa bangunan yang terdapat
di pedalaman Desa Baduy kaya akan arsitektur yang masih sangat sederhana
walaupun tidak modern seperti yang terdapat di kota – kota besar tapi tidak
kalah indah hasil karya masyarakat pedalaman ini. Masyarakat Baduy membuat
bangunan mengikuti aturan dari adat istiadat mereka dan mereka tidak akan
melanggar larangan yang telah ada, terlihat dari pembuatan rumah yang di tata
dan dibuat dengan baik tanpa melanggar aturan nenek moyang mereka sehingga
bangunan yang di hasilkan sangat rapih dan kuat.
Walaupun hanya menggunakan bahan –
bahan sederhana serta pewarna alami atau dari alamnya langsung tidak membuat
arsitektur bangunan itu menjadi kehilangan keindahannya justru dengan
keterampilan tangan – tangan kreatif masyarakat baduy bahan – bahan dari hutan
di rubah menjadi suatu karya yang indah dan enak di pandang oleh masyarakat
Baduy dan masyarakat kota yang berkunjung ke Desa Banduy.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar