Senin, 08 Februari 2016

Arsitektur Bangunan Masyarakat Baduy



Baduy adalah sebuah kelompok yang mengasingkan diri di pedalaman hutan yang kemudian membuat sebuah Desa dengan masyarakatnya yang taat akan aturan – aturan dari nenek moyang mereka dan sangat takut untuk melanggar aturan itu. Dan mereka menganut agama sunda wiwitan, kepercayaan yang dibawakan oleh nenek moyang mereka terdahulu. Mereka di pimpin oleh pu’un sebagai orang yang dihormati dalam satu desa itu sendiri.
1.      Rumah Tinggal Masyarakat Baduy
Rumah adalah bangunan terpenting bagi manusia sebagai tempat berteduh dan beristirahat.Masyarakat baduy mendirikan rumah pada tanah yang miring, maka tidak boleh meratakkan tanah dan untuk memperoleh lantai yang rata maka tiang rumah diatur ketinggiannya. Tanahnya yang rendah dibuatkan tiang yang tinggi di bandingkan tanah yang tinggi, Sehingga air hujan akan mengikuti jalan alaminya, sehingga tidak akan terjadi erosi , tanah longsor ataupun banjir pada setiap pemukiman masyarakat Baduy.
Setiap rumah yang terdapat di Kampung Baduy ternyata semua memiliki bentuk yang sama yaitu berbentuk rumah panggung yang terbuat dari kayu dan bambu dan memiliki ukuran yang sama. Ternyata kesama ini memiliki kesetaraan bagi setiap warga Baduy selama hidup di dunia ini, pembuatan rumah masyarakat Baduy ini berasal dari hutan seperti kayu dan bambu dan dinding rumahnya terbuat dari anyaman bambu yang memiliki warna dan karakter aslinya. Untuk lantai masih menggunakan bambu yang di buat menjadi lembaran – lembaran dan atapnya digunakan atap rumbia dengan bambu dan rotan sebagai pengikatnya. Untuk ruangannya hanya terdapat 1 sampai 2 kamar saja kemudian ruangan tengah, gudang dan dapur , terdapat 1 pintu di bagian tengahnya sebagai tempat masuknya dan tanpa jendela. Setelah saya amati kenapa rumah baduy tidak memiliki jendela karna di bagian lantai, dinding dan atap yang terbuat dari bambu itulah sebagai masuknya udara ke dalam rumah sehingga tetap sejuk walaupun tidak ada satupun jendela pada bangunan rumahnya.


2.      Bangunan Jembatan bambu
jembatan yang ada di atas sungai yang desa Baduy digunakan sebagai alat penyebrangan masyarakat Baduy menuju ladang atau kepedalaman desa Baduy ini masih sama menggunakan bahan bambu yang di sambungkan memanjang yang di ikat oleh rotan dan ijuk kemudian di topang kembali oleh bambu yang berukuran besar dan panjang sebagai penyeimbang dan penahan agar tidak roboh.  Walaupun hanya dengan rotan dan ijuk namun masyarakat Baduy dengan kecerdasannya membuat simpul pada jembatan bambu sehingga menjadi kuat dan lentur. Pembuatan jembatan bambu ini di buat dengan hati sehingga mereka mengerjakannya dengan gembira tanpa ada beban namun tetap dilakukan dengan serius dalam membangun jembatannya sehingga para warganya aman saat menyeberangi jembatan ini.
3.      Bangunan lumbung
Lumbung adalah bangunan khusus tempat menyimpan padi yang telah kering. Bangunan ini memili orientasi bangunan yang sama yaitu utara – selatan pintunya terletak namun berbeda dengan rumah lumbung tidak memiliki tangga, pintunya berukuran kecil  tidak terletak di tengah akan tetapi terletak pada bagian atas dekat dengan atap, ini memungkinkan untuk menyimpan padi dalam ukuran lebih banyak dan berguna pula untuk mencegah hama memasuki lumbung.  Menurut warga Baduy hasil panen yang disimpen di dalam lumbung dapat bertahan hingga seratus tahun. 

4.      Keindahan jalan batu
Berikutnya arsitektur yang terletak pada batu yang di buat sebagai jalanan oleh masyarakat baduy untuk mempermudah perjalanan mereka, lagi – lagi di sini saya dimanjakan oleh arsitektur penataan batu yang sangat rapih dan indah, masyarakat mampu memposisikan letak batu yang berukuran besar dan batu yang berukuran kecil. Perhitungan mereka dalam membuat jalan sangat baik sehingga para pengunjung dan masyarakat baduy berjalan.
            Arsitektur jalan hanya menggunakan batu alam atau kali dan hanya di rekatkan dengan tanah namun kekuatan batu itu tidak terlepas dan tidak goyang atau bahkan ambruk ketika warga menginjaknya. Perhitungan mereka dalam membuat jalan dari batu sangat luarbiasa ketepatannya dengan menggunakan alat – alat sederhana namun kualitas dan kekuatannya sangat luar biasa hanya dengan memanfaatkan lingkungan sekitarnya masyarakat Baduy.
            Dari beberapa bangunan yang terdapat di pedalaman Desa Baduy kaya akan arsitektur yang masih sangat sederhana walaupun tidak modern seperti yang terdapat di kota – kota besar tapi tidak kalah indah hasil karya masyarakat pedalaman ini. Masyarakat Baduy membuat bangunan mengikuti aturan dari adat istiadat mereka dan mereka tidak akan melanggar larangan yang telah ada, terlihat dari pembuatan rumah yang di tata dan dibuat dengan baik tanpa melanggar aturan nenek moyang mereka sehingga bangunan yang di hasilkan sangat rapih dan kuat.
            Walaupun hanya menggunakan bahan – bahan sederhana serta pewarna alami atau dari alamnya langsung tidak membuat arsitektur bangunan itu menjadi kehilangan keindahannya justru dengan keterampilan tangan – tangan kreatif masyarakat baduy bahan – bahan dari hutan di rubah menjadi suatu karya yang indah dan enak di pandang oleh masyarakat Baduy dan masyarakat kota yang berkunjung ke Desa Banduy.
           





Tidak ada komentar:

Posting Komentar