A.
Sejarah Danau Tasikardi
Danau Tasikardi adalah salah satu Danau yang memilik sejarah panjang
dibuatnya Danua tersebut. Danau Tasikardi ini dibuat oleh tangan manusia pada
zaman dahulu pada masa pemerintahan Sultha Maulana Yusuf dan Sulthan Ageng Tritayasa, Danau ini dibuat
atas dasar wasiat dari bapaknya untuk mengurangi penyakit yang timbul pada saat
itu, juga untuk mengairi kolam yang berada pada Keraton Surosowan , dan juga
untuk mengairi persawahan masyarakat sekitar. Dari segi fungsi dan kegunaannya
Danau ini memang sangat berfungsi untuk kelangsungan hidup manusia pada saat
itu. [1]Sekitar
tahun 1570-1580 Masehi pada masa pemerintahan Sulthan Maulana Yusuf Danau ini di buat dengan cara alat-alat
sederhana semamacam cangkul dan sebagainya, akan tetapi alat yang digunakan pun
masih tidak sesempurna dengan saat ini yang kita lihat. Danau tasikardi berasal
dari bahasa sunda yaitu Tasik;danau dan Ardi;Buatan , dan kalo
kita sambung yaitu Danau Buatan, memang Danau ini asli buatan manusia saat itu,
dari sumber juga ada yang mengatakan sekitar 2000 ribu orang ikut dalam
pembuatan Danau tersebut, yang merupakan masyarakat sekitar dan sebagian orang
belanda yang membantu dalam hal itu, karena memang belanda juga ingin membantu
guna kelangsungan hidup mereka dan meminimalisir penyakit yang ada.
Berdasarkan sejarahnya danau ini dibuat pula untuk tempat
persistirahatan sulthan-sulthan dan mengasingkan diri ketika sulthan merasa
bosan di keraton surosowan. Danau ini mempunyai air dari aliran sungai Cibanten
dan kemudian dialirkan ke Pengindelan yang juga ada tahapan dalam pengindelan
ini, pengindelan adalah salah satu alat penyaringan air yang sengaja dibuat
untuk menyaring air yang berasal dari
Danau tasikardi tersebut. Karena memang air yang berada pada Danau Tasikardi
keruh ataupun berwarna kurning, oleh karenanya air yang akan dilarikan ke
Keraton Surosowan haruslah bersih dan jernih karena untuk digunakan sebagai Air
bersih untuk masyarakat sekitar dan Kolam loro dengok di Keraton Surosowan.
Ada sebuah tempat ataupun pulau buatan yang berada di tengah-tengah
Danau Tasikardi yang disebut sebagai Balai Kambang yang artinya Tempat
Peristirahatan, disini pada sejarahnya dijelaskan sebagai tempat istirahat para
Sulthan beserta keluarganya guna untuk mengasingkan diri dan rekreasi jikalau
mereka bosan berada di Keraton Surosowan, dan ada juga yang mengatakan sebagai
tempat mengasingkan diri Sulthan karena memang keadaan di Keraton Surosowan
sangatlah bising ataupun tidak kondusif dalam merenung/beristiqomah jadi
dibuatlah Danau Tasikardi dan Balai Kambang tersebut yang banyak mempunyai
beberapa kegunaaan dan manfaat baik untuk keluarga Sulthan maupun masyarakat
sekitar. Ada beberapa sebuah tempat peninggalan yang ada di pulau buatan
tersebut seperti kolam renang dan sebagainya. Menurut ahli arkeolog yang kita
tanyakan secara langsung bahwa beliau mengatakan “ dalam ilmu arkeolog, seorang
arkeolog tidak dapat memastikan sebuah bangunan yang berada pada tempat Balai
Kambang tersebut tidak bisa dikatakan sebuah tempat pemandian para
Sulthan-Sulthan dan lain sebagainya, Karena memang kita tidak tahu pasti bagaimana
kejadian sebenarnya dan tidak memiliki sumber yang valid untuk dikatakan bahwa
bangunan tersebut adalah tempat pemandian Sulthan/tempat peristirahatan
Sulthan. Pulau buatan tersebut berbentuk segiempat dan diberi tembok keliling di setiap sisinya,
terdapat tangga untuk naik di sisi sebelah utara. Tapi yang tersisa saat ini
hanyalah pondasi bangunan yang berdiri dari batu bata. Sebuah kolam pemandian
terletak di sebelah timur dengan beberapa terap anak tangga untuk menuju
kebawah, dan ada beberapa tempat seperti panampungan air, pendopo, kamar dan
tempat mandi keluarga sulthan.
B.
Deskripsi Bangunan Danau Tasikardi
Danau Tasikardi adalah danau buatan dengan luas 5 hektar dan bagian
bawahnya dilapisi ubin dan bata. Di tengah danau terdapat pulau yang berbentuk
persegi dengan panjang masing-masing sisi 40,3 cm, jarak dari bibir danau ke
pulau atau yang sering disebut balekambang adalah 200 m.
Di dalam balekambang tersebut terdapat sebuah sisa bangunan dengan
lebar 7,70 cm dan panjang 31,30 cm, di dalam bangunan tersebut terdapat
ruangan-ruangan dengan panjang 19 m dan lebar 8,53 cm. di balekambang itu juga
terdapat sebuah kolam dengan panjang 6,40 cm, lebar 5 m, kedalaman kolam
tersebut mencapai 1,40 cm dan mempunyai 8 anak tangga.
C.
Tujuan Pembuatan Danau Tasikardi
Tasikardi adalah sebuah danau yang berada di kabupaten serang
tepatnya di kecamatan Kramat watu dimana pada zaman dahulu tempat ini dijadikan
sebagai tempat rekreasi sultan-sultan dan keluarganya, tempat pemandian para
putri kerajaan, dan tempat ini juga berfungsi sebagai penampungan air.
Adapun tujuan umum yang melatarbelakangi dibuatnya danau tasikardi
adalah, yang pertama sebagai penampung air dari Sungai Cibanten yang
digunakan untuk mengairi areal persawahan, dan yang kedua adalah
untuk memenuhi pasokan air bagi keluarga keraton dan masyarakat
sekitarnya. Jika ditelusuri lebih lanjut ada beberapa tujuan khusus yang melatarbelakangi dibuatnya danau tasikardi, antara lain :
digunakan untuk mengairi areal persawahan, dan yang kedua adalah
untuk memenuhi pasokan air bagi keluarga keraton dan masyarakat
sekitarnya. Jika ditelusuri lebih lanjut ada beberapa tujuan khusus yang melatarbelakangi dibuatnya danau tasikardi, antara lain :
1.
Segi Ekonomi
Bila kita menengok sejarah , danau ini merupakan bukti nyata bahwa
Kerajaan Banten dimasa kejayaanya terutama di masa Sultan Ageng Tirtayasa
sangat memperhatikan masalah pengairan. Dari danau inilah air dialirkan
kepersawahan penduduk untuk meningkatkan hasil pertanian. Karena pembangunan
dibidang pengairan ini pulalah beliau dijuluki Tirtayasa yang artinya kurang
lebih Sang Penguasa Air. Air danau tasikardi yang berasal dari Sungai Cibanten,
Sungai
Cibanten yang berasal dari Gunung Karang, sekitar 30km di selatan, terbagi
menjadi dua sebelum mengalir ke laut. Kedua muara sungai ini membentuk dua
pelabuhan yaitu pelabuhan internasional di sebelah barat dan pelabuhan lokal
yang disebut karangantu(ClaudeGuillot,2008:66). Yang digunakan
untuk mengairi areal persawahan, danau ini juga dimanfaatkan
untuk memenuhi pasokan air bagi keluarga keraton dan masyarakat
sekitarnya. Air Danau Tasikardi dialirkan ke Keraton Surosowon melalui
pipa-pipa yang terbuat dari tanah liat berdiameter 2-40 sentimeter.
Sebelum digunakan, air danau tersebut terlebih dahulu disaring dan
diendapkan di tempat penyaringan khusus yang dikenal dengan sebutan
pengindelan abang (penyaringan merah), pengindelan putih
(penyaringan putih), dan pengindelan emas (penyaringan emas).
untuk memenuhi pasokan air bagi keluarga keraton dan masyarakat
sekitarnya. Air Danau Tasikardi dialirkan ke Keraton Surosowon melalui
pipa-pipa yang terbuat dari tanah liat berdiameter 2-40 sentimeter.
Sebelum digunakan, air danau tersebut terlebih dahulu disaring dan
diendapkan di tempat penyaringan khusus yang dikenal dengan sebutan
pengindelan abang (penyaringan merah), pengindelan putih
(penyaringan putih), dan pengindelan emas (penyaringan emas).
2.
Segi Sosial
Kegiatan sosial masyarakat sekitar tasikardi sangat merasakan
dampaknya saat dibuatnya danau tasikardi ini, masyarakat banyak memanfaatkan
air danau tasikardi ini untuk mengaliri persawahan mereka dan masyarakat pada
saat itu hidup sejahtera. Dan merka tidak perlu menunggu hujan untuk memperoleh
air untuk mengaliri persawahannya, Kehidupan masyarakat Banten yang memiliki latar
belakang dalam dunia pelayaran, perdagangan dan pertanian mengakibatkan
masyarakat Banten memiliki jiwa bebas dan lebih bersifat terbuka, dengan
demikian mereka dapat bergaul dengan pedagang-pedagang dari berbagai bangsa
yang lain. Para pedagang lain tersebut banyak yang menetap dan mendirikan serta
membangun perkampungan di Banten, seperti perkampungan Keling, perkampungan
Pekoyan (Arab), perkampungan Pecinan (Cina) dan sebagainya. Selain perkampungan
tersebut ada pula perkampungan yang dibentuk berdasarkan pekerjaan
seperti Kampung Pande (para pandai besi), Kampung Panjunan (pembuat pecah
belah) dan kampung Kauman (para ulama). Dan kehidupan sosial masyarakat
Banten memiliki landasan yang mengacu pada ajaran-ajaran yang berlaku dan
sesuai dengan agama Islam, sehingga kehidupan masyarakatnya hidup secara
teratur.
3. Segi Politik
Dalam
pembuatan danau ini pasti ada tujuan terselubung dari pihak belanda, karena
pada waktu itu kondisi banten lama
yang terletak di pinggir pantai, memiliki lingkungan tanah yang banyak menyerap
air laut. Tidak ditatanya perkotaan dengan baik, mengakibatkan kota menjadi
becek dan sungaipun selalu kotor. Kondisi perkotaan semacam itu bukan merupakan
pemukiman yang sehat. Sehingga berjangkitnya penyakit, selalu bersifat epidemis
menjadi wabah yang menular. Korban-korban yang meninggal, tidak hanya menyerang
rakyat biasa melainkan juga diderita oleh orang-orang Belanda yang bermukim di
Benteng Speelwijk. Dan alasan mengapa belanda mau membatu Sultan pada waktu itu
dalam pembuatan danau adalah karena selain orang-orang belanda yang berada
speelwijk terjangkit wabah juga mereka memanfaatkan hasil rempah-rempah berupa
lada yang tidak lama lagi akan panen, waktu panen lada harga akan jauh lebih
murah
FUNGSI DULU DAN SEKARANG
A.
Dahulu
Danau tasikardi
mempunyai beberapa fungsi yaitu :
1.
Danau tasikardi digunakan sebagai tempat istirahat Sulthan bersama
keluarganya.
2.
Danau tasikradi dijadikan sebagai tempat penampungan air dari sungai
Cibanten.
3.
Danau tasikardi digunakan untuk mengairi areal persawahan sehingga
pada masa Sulthan Maulana Yusuf area persawahan di daerah banten sangat subur
sekali sehingga masyarakat bisa memanen padinya dua kali dalam satu panen.
4.
Danau tasikardi juga berfungsi sebagai pasokan air bagi keluarga
keraton. Air danau tasikardi dialirkan ke Kerataon Surosowan melalui pipa-pipa
yang terbuat dari tanah liat yang dibakar, sehingga tanah liat tersebut menjadi
merah, pipa-pipa tersebut berdiameter 2-40 cm sebelum air danau tasikardi
digunakan, terlebih dahulu air tersebut di tampung di tempat di penyaringan
ataupun juga disebut pengindelan, pengindelan ini mempunyai tiga tahap yang
pertama pengindelan abang, pengindelan putih, dan pengindelan emas.
B.
Sekarang
Danau tasikardi saat ini berfungsi untuk taman wisata, dan danau
ini juga sudah dipugar dengan beberapa bangunan yang berupa saung-saung, pagar,
pintu masuk dan lain sebagainya. Danau tasikardi saat ini di kenal dengan taman
wisata bebek-bebekan dan untuk mengelilingi sekitar danau ataupun juga
menyebrangi danau untuk ke pulau buatan Balai Kambang yang mempunyai sejarah
tersebut ada banyak bebek-bebekan yang memang telah di sediakan oleh pengurus
danau tersebut. Danau ini memang sangat cocok untuk kumpul bersama keluarga dan
sebagainya, karena memang suasana dan tempatnya berada pada tengah-tengah
persawahan yang udaranya sangat sejuk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar